Opini, Tradisi

Tradisi Ziarah Kubur Saat Hari Raya

Ziarah Kubur merupakan tradisi turun-temurun umat Islam di kampung pada umumnya. Ziarah kubur biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya hari Kamis sore menjelang malam Jumat Kliwon, sore hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sore hari menjelang malam takbiran 2 hari raya dan momen-momen tertentu yang direncanakan.

 

Menurut hadits Nabi, ada 3 perkara amalan anak cucu Adam yang tidak akan putus pahalanya. Pertama, sodakoh jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat, dan ketiga anak soleh yang mendoakan. Poin yang terakhir inilah yang menjadi darah daging ditengah-tengah masyarakat.

 

Ziarah kubur biasanya dilakukan setelah mereka saling bermaaf-maafan dengan keluarga, kerabat dan tetangga. Terlebih jika orang tua atau keluarganya ada yang sudah meninggal dunia.

 

Menurut pengakuan salah seorang masyarakat Desa Bojonegara, ada anak yang tidak pernah menengok orang tuanya selama hari raya. Justru ia sibuk ikut plesir ziarah kubur ke makam para Wali Allah. Namun entah mengapa dia merasa tidak ada guna berziarah kesana kemari ke makam wali, setelah orang tuanya meninggal, ia pun sadar. Kini orang itu setiap tahun selalu datang ke makam orang tuanya untuk memberikan doa dan ampunan baginya.

 

Hal ini bukan karena berziarah ke makam wali tidak penting, tetapi berziarah ke makam orang tua lebih utama dibanding ke makam wali. Harus diketahui juga bahwa doa orang tua sama dengan doa 1000 orang wali. Apalagi seorang ibu, ia adalah keramat kita di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *