Tokoh Pendidikan: Pesantren Ramadhan Bojonegara Harus Dicontoh Desa Lain

Setelah 6 hari berlangsung, Pesantren Ramadhan tingkat desa Bojonegara telah ditutup, Sabtu, 2 Juni 2018.

 

Kepala Desa Bojonegara, M. Risyidi sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Semoga kegiatan Pesantren Ramadhan ini menambah kecintaan anak-anak terhadap agama dan persatuan, kami harapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini bermanfaat”, tandasnya.

 

Pengawas SD se-Kecamatan Tambakdahan, H. Dadang Hermawan mengungkapkan hal berbeda.

“Pesantren Ramadhan Desa Bojonegara harus dicontoh desa lain. Hanya disini semua siswa SD (4 SD dan 1 MI) se-desa Bojonegara disatukan dalam satu kegiatan keagamaan, yaitu Pesantren Ramadhan”, ungkapnya.

 

Menurut laporan sekretaris pelaksana, Toto Wijaksana, peserta tercatat sebanyak 296 orang. Setelah pembagian sertifikat siang tadi (2/6) ternyata sebanyak 20 siswa tidak tercantum padahal mengikuti Pesantren Ramadhan dari awal.

 

Panitia mensinyalir, ini kesalahan teknis karena terlalu banyaknya peserta.  Menurut laporan terakhir, peserta tercatat sebanyak 316 orang se-desa Bojonegara.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *